Kali
ini saya mau curhat tentang apa yang saya alami sendiri.. boleh yaa.. (Boleh). Yuups
dari judul yang saya buat bertema dengan cinta, dalam garis besar saya berarti
punya pacar.. Usia saya tahun ini 21 tahun dan masih sibuk kuliah nyusun
TugasAkhir. Saya memiliki seorang pacar berinisialkan, R. Dia laki – laki yang
baik menurut saya, santun bahkan dia layak seperti seorang yang berpendidikan
tinggi karna dari tutur bicaraya dia sangat bijak dan pintar. Usia kami tidak
beda jauh, hanya berjarak 1 tahun dia lebih tua dari saya.
Kami
berkenalan melaui jejaring sosial BBM. Saya tidak akan memperjelas bagaimana
saya bisa mendapatkan pin personal bbm dia, yang pasti saya senang saat berkenalan
dengan dia. Seperti yang saya katakan dia lelaki baik, santun dan pintar, itu
yang membuat saya tertarik dengannya. Perkenlan kami berjalan baik hingga pada
saatnya saya mulai jatuh cinta dengannya, yaah begitu cepat rasanya tapi tidak
terlalu saya anggap serius perasaan itu. Kami masih saja berteman layaknya
teman biasa, kami belum pernah berjumpa satu sama lain selama menjalin
pertemanan yang cukup baik saat itu. Sekian lama kami berteman dan saling
berbagi pengalaman bahkan menceritakan suatu kesusahan kami satu dengan yang
lain, semakin sering terjadi rasa yang saya simpanpun semakin bertambah. Namun,
tak semudah yang saya bayangkan.
Ketika
perkenalan kami yang cukup dekat tidak membuahkan hasil yang saya kira – kira,
saya merasa kecewa ketika saya tau dia telah memiliki seorang pacar yang tidak
tau dari mana mereka bisa berkenalan. Jujur hal itu sangatlah sakit..!! ,
sebulan hingga berbulan – bulan saya menanti rusaknya hubungan mereka, hahah..
bukan bermaksud menginginkan mereka putus, tapi saya tak kuat menahan perasaan
saat itu, hingga pada malam hari saya berdoa dan meminta pertolongan sang Kuasa
untuk memberikan kesempatan untuk saya memiliki dia bahkan bisa menjadi imam
kepala keluarga saya nanti bersama dia. Dan akhirnya terwujud.
Kami
berpacaran setelah 2 bulan lamanya dia putus dari seorang gadis sebut saja
Tuti. Saya mencoba beradaptasi dengan suasana baru yang saya inginkan selama
ini. Jujur saya bahagia memilikinya, dan sungguhlah bodoh gadis itu telah
menyia – nyiakan lelaki sesempurna R. Kami berpacaran tidak semulus yang
dibayangkan, banyak masalah yang kami lewati baik dari kesalahan yang saya buat
bahkan dari dia, tapi saya berusaha untuk tetap mempertahankan
semuanya yang sudah saya perjuangkan, karena medapatkan semuanya itu tidaklah mudah.
Saya
sangat sayang dengan dirinya, begitu juga dia ungkapnya saat usia hubungan kami
sudah memasukin setahun lamanya. Saya tidak mengira bisa bertahan cukup lama
dengan keadaan seperti ini, kenap seperti itu, karena kami LDR. Jarang rumah
kami cukuplah jauh, dan kesibukan kami pun hampir 24 jam terisi penuh. Selama kami
pacaran kami hanya bisa memanfaatkan sosial media untuk saling memberi kabar. Walaupun
LDR, tapi saya sangat menikmatinya.
Namun
akhir – akhir ini kami sering bertengkar, bahkan masalah sepelepun bisa membuat
kami bertengkar hingga berhari – hari. Saya bingung dan takut, bukan takut saat
bertengkar tetapi takut tidak bisa mengontrol emosi dan pada akhirnya kami
memutuskan hubungan yang sudah setahun lamanya dibangun sangat baik. Sedih dan
galau perasaan ini, sebagai wanita yang baper soal cinta, saya sangat terbawa
arus suasana pertengkaran hingga susah tidur bahkan kurang napsu makan. Saya mencoba
memahami isi hati dan fikirannya, mungkin dia jenuh dengan rutinitas hubungan
kami, atau mungkin dia sedang melakukan pendekatan dengan wanita lain? Saya berharap
tidak,, jangan sampai..
Aku
merenung dan berfikir apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki pondasi
hubungan kami yang sedikit koyak, saya tak menginginkan semuanya hancur begitu
saja. Saya sangatlah menyayangi dia, dan tak sedikitpun niat ku membuka hati untuk
yang lain dan bermaksud untuk selingkuh. Aku ingin memiliki keluarga yang
harmonis dengan dia, selamanya.. Bantu kami Allah..
Untuk
yang jauh disana, sayang.. udah dong jangan marah – marah lagi, jangan sensian
lagi,, aku tau aku salah, aku minta maaf sebesar – besarnya, aku sayang kamu,
aku sayang kamu, love you so bbaaaadd baby .. please jangan bertengkar lagi.. LOVE YOU