Selasa, 20 Oktober 2015

I MISS U LOVE


Kali ini saya mau curhat tentang apa yang saya alami sendiri.. boleh yaa.. (Boleh). Yuups dari judul yang saya buat bertema dengan cinta, dalam garis besar saya berarti punya pacar.. Usia saya tahun ini 21 tahun dan masih sibuk kuliah nyusun TugasAkhir. Saya memiliki seorang pacar berinisialkan, R. Dia laki – laki yang baik menurut saya, santun bahkan dia layak seperti seorang yang berpendidikan tinggi karna dari tutur bicaraya dia sangat bijak dan pintar. Usia kami tidak beda jauh, hanya berjarak 1 tahun dia lebih tua dari saya.
Kami berkenalan melaui jejaring sosial BBM. Saya tidak akan memperjelas bagaimana saya bisa mendapatkan pin personal bbm dia, yang pasti saya senang saat berkenalan dengan dia. Seperti yang saya katakan dia lelaki baik, santun dan pintar, itu yang membuat saya tertarik dengannya. Perkenlan kami berjalan baik hingga pada saatnya saya mulai jatuh cinta dengannya, yaah begitu cepat rasanya tapi tidak terlalu saya anggap serius perasaan itu. Kami masih saja berteman layaknya teman biasa, kami belum pernah berjumpa satu sama lain selama menjalin pertemanan yang cukup baik saat itu. Sekian lama kami berteman dan saling berbagi pengalaman bahkan menceritakan suatu kesusahan kami satu dengan yang lain, semakin sering terjadi rasa yang saya simpanpun semakin bertambah. Namun, tak semudah yang saya bayangkan.
Ketika perkenalan kami yang cukup dekat tidak membuahkan hasil yang saya kira – kira, saya merasa kecewa ketika saya tau dia telah memiliki seorang pacar yang tidak tau dari mana mereka bisa berkenalan. Jujur hal itu sangatlah sakit..!! , sebulan hingga berbulan – bulan saya menanti rusaknya hubungan mereka, hahah.. bukan bermaksud menginginkan mereka putus, tapi saya tak kuat menahan perasaan saat itu, hingga pada malam hari saya berdoa dan meminta pertolongan sang Kuasa untuk memberikan kesempatan untuk saya memiliki dia bahkan bisa menjadi imam kepala keluarga saya nanti bersama dia. Dan akhirnya terwujud.
Kami berpacaran setelah 2 bulan lamanya dia putus dari seorang gadis sebut saja Tuti. Saya mencoba beradaptasi dengan suasana baru yang saya inginkan selama ini. Jujur saya bahagia memilikinya, dan sungguhlah bodoh gadis itu telah menyia – nyiakan lelaki sesempurna R. Kami berpacaran tidak semulus yang dibayangkan, banyak masalah yang kami lewati baik dari kesalahan yang saya buat bahkan dari dia, tapi saya berusaha untuk tetap mempertahankan semuanya yang sudah saya perjuangkan, karena medapatkan semuanya itu tidaklah mudah.
Saya sangat sayang dengan dirinya, begitu juga dia ungkapnya saat usia hubungan kami sudah memasukin setahun lamanya. Saya tidak mengira bisa bertahan cukup lama dengan keadaan seperti ini, kenap seperti itu, karena kami LDR. Jarang rumah kami cukuplah jauh, dan kesibukan kami pun hampir 24 jam terisi penuh. Selama kami pacaran kami hanya bisa memanfaatkan sosial media untuk saling memberi kabar. Walaupun LDR, tapi saya sangat menikmatinya.
Namun akhir – akhir ini kami sering bertengkar, bahkan masalah sepelepun bisa membuat kami bertengkar hingga berhari – hari. Saya bingung dan takut, bukan takut saat bertengkar tetapi takut tidak bisa mengontrol emosi dan pada akhirnya kami memutuskan hubungan yang sudah setahun lamanya dibangun sangat baik. Sedih dan galau perasaan ini, sebagai wanita yang baper soal cinta, saya sangat terbawa arus suasana pertengkaran hingga susah tidur bahkan kurang napsu makan. Saya mencoba memahami isi hati dan fikirannya, mungkin dia jenuh dengan rutinitas hubungan kami, atau mungkin dia sedang melakukan pendekatan dengan wanita lain? Saya berharap tidak,, jangan sampai..
Aku merenung dan berfikir apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki pondasi hubungan kami yang sedikit koyak, saya tak menginginkan semuanya hancur begitu saja. Saya sangatlah menyayangi dia, dan tak sedikitpun niat ku membuka hati untuk yang lain dan bermaksud untuk selingkuh. Aku ingin memiliki keluarga yang harmonis dengan dia, selamanya.. Bantu kami Allah..
Untuk yang jauh disana, sayang.. udah dong jangan marah – marah lagi, jangan sensian lagi,, aku tau aku salah, aku minta maaf sebesar – besarnya, aku sayang kamu, aku sayang kamu, love you so bbaaaadd baby .. please jangan bertengkar lagi.. LOVE YOU 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar